Pulau Kapoposang tawarkan paket wisata lepas tukik

Pulau Kapoposang tawarkan paket wisata lepas tukik

20161025pulau_kapoposong-roy

Pulau Kapoposang yang berada di wilayah Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) Sulawesi Selatan tidak hanya menawarkan puluhan titik penyelaman namun juga paket wisata lepas tukik bagi para wisatawan yang berkunjung ke pulau yang luasnya kurang lebih 50.000 meter persegi itu.

Petugas Demplot Penangkaran Penyu Pulau Kapoposang, Mustakim di Pangkep, Selasa, mengatakan pihaknya baru saja melakukan acara pelepasan sebanyak 71 tukik jenis penyu sisik dan tukik penyu temayang yang dihadiri pihak pemerintah dan wisatawan .

“Kami pada 3 Oktober lalu baru saja melepas puluhan ekor tukik ke laut lepas. Kebetulan kegiatan ini banyak yang menghadiri termasuk dari pemkab Pangkep,” katanya.

Ia menjelaskan, untuk penangkaran penyu di Pulau Kapoposang memang terus dilakukan. Pihaknya juga baru melepas tukik itu jika dinilai sudah berusia beberapa bulan dan siap untuk menghindar dari pemangsa.

Artinya jika ada wisatawan yang ingin melepas tukik itu maka tentu bisa dilakukan karena memiliki cukup banyak cadangan atau yang masih dalam pemeliharaan.

Untuk prosesnya penangkarana atau pembibitan tukik sendiri, kata dia, lebih dulu dilakukan pengambilan telur dari bibir pantai.

Selanjutnya diambil dan dipindahkan ke lokasi atau lubang khusus yang telah dipersiapkan. Untuk satu lubang sendiri biasanya iisi sebanyak 75 telur.

“Untuk musim bertelurnay itu sekitar bulan 12, atau Juni-Juli. iasanya satu lubang itu ada yang isinya 150, 100 atau 75 butir. Selanjutnya kita pindahkan ke lubang khusus yang sudah diganti pasirnya agar bmempermudah mengetasan,” ujarnya.

Menurut dia, pelestarian penyu sisik dan penyu tempayang ini hasil kerjasama sejumlah pihak antara lain Badan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD) Sulsel, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sulsel, dan Balai Kawasan Konservasi Perairan Nasional (BKKPN) Kupang.

Selain itu, kegiatan pelestarian ini juga melibatkan kelompok-kelompok masyarakat yang memang punya kepedulian terhadap kelangsungan hidup binatang yang memanga hampir terancam punah tersebut.

“Kami punya beberapa anggota yang memang fokus untuk penangkaran. Untuk tantangannya sendiri tentu harus berlomab dengan penduduk yang lain yang memang masih belum paham dan memilih untuk menkonsumsinya,” ujar dia.

Sumber: antarasulsel.com

You might also like

2017, Gorontalo Targetkan 30.000 Wisatawan Asing

Pemerintah Provinsi Gorontalo mengincar kunjungan wisatawan asing hingga 30.000 sepanjang tahun 2017. Jumlah tersebut 4 kali lipat dari lawatan turis mancanegara pada 2016 sebanyak 7.000 wisatawan. Plt. Kepala Dinas Pariwisata

Gorontalo Genjot Industri-pariwisata Topang Pertumbuhan Ekonomi

Gorontalo,  (ANTARA GORONTALO) – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Gorontalo akan menggenjot sektor industri dan pariwisata untuk menopang pertumbuhan ekonomi yang selama ini hanya bertumpu pada sektor pertanian. “Gorontalo mengalami stagnasi dalam

Dinas Pariwisata Usulkan 12 Kegiatan Pengembangan Industri Kepariwisataan

Makassar – Dalam hal upaya peningkatan wisatawan di Gorontalo, Pemerintah Provinsi (Pemprov) tetap fokus dan telah mengusulkan 12 perencanaan kegiatan antara lain masuk pada program pengembangan destinasi industri pariwisata. “Ada

Hiu paus menjadi daya tarik wisata di Gorontalo.

Datanglah ke Provinsi Gorontalo. Ada fenomena menarik di sana. Menurut Pelaksana Tugas Gubernur Gorontalo Prof Zudan Arif Fakrulloh, Pantai Botubarani di Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo mendadak beken di kalangan wisatawan

Disparekraf: Togean Dan Lore Lindu Masuk Riparnas

Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Sulawesi Tengah, Siti Norma Mardjanu menyatakan, Kepulauan Togean dan Lore Lindu masuk sebagai Rencana Induk Pariwisata Nasional. Siti Norma Mardjanu di Palu, Minggu,

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply