May 3, 2017 552 Views

Proyek Strategis Akan Berkontribusi 1,5% bagi Ekonomi Sulut

Proyek Strategis Akan Berkontribusi 1,5% bagi Ekonomi Sulut

Bank Indonesia menilai sejumlah proyek strategis nasional yang mengalir ke Sulawesi Utara akan berkontribusi 1,5% terhadap laju pertumbuhan ekonomi. Dengan catatan, pelaksanaan mega proyek multi years tersebut berjalan sesuai jadwal yang direncanakan.

Sejumlah proyek multi years yakni Bendungan Lolak di Kabupaten Bolaang Mongondow, Bendungan Kuwil di Kabupaten Minahasa Utara, jalan Tol Manado-Bitung, Pelabuhan Internasional Bitung, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Bitung dan jalan penghubung Gorontalo-Manado.

Adapun, sepanjang tahun 2017 ini, Bank Indonesia melihat geliat perekonomian Sulut akan membaik dibanding 2016. “Diperkirakan pertumbuhan ekonomi Sulut di 2017 di kisaran 6,2%-6,6%, sementara pertumbuhan ekonomi Sulut tahun 2016 berada di angka 6,17%,” kata Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Utara, Soekowardojo di Manado, Kamis (23/2/2017).

Pertumbuhan ekonomi Sulut tahun ini akan membaik dibanding tahun sebelumnya, ditopang  sejumlah kegiatan investasi proyek-proyek strategis yang sedang dan akan dikerjakan. Bila ini terealisasi sesuai rencana, akan memberi dampak terhadap pertumbuhan ekonomi yang membaik.

“Berdasarkan lapangan usaha, sektor pertanian, perdagangan, konstruksi dan sektor terkait pariwisata akan mendorong pertumbuhan ekonomi. Sektor pariwisata masih tumbuh tinggi sebagai dampak berlanjutnya kunjungan wisatawan mancanegara,” ungkap mantan Deputi Direktur BI Jawa Barat ini.

Dampak prioritas program pembangunan pada peningkatan pertumbuhan ekonomi Sulut, dihitung berdasarkan Computable Equilibrium (indoterm model), bila kebijakan dan program pembangunan infrastruktur terlaksana maka akan memberikan dampak pertumbuhan ekonomi jangka panjang.

Pembangunan infrastruktur penunjang KEK Bitung yakni jalan tol diproyeksikan berkontribusi sebesar 0,36%. Pembangunan infrastruktur pengembangan KEK BItung lainnya yakni pengembangan pelabuhan Bitung akan berkontribusi 0,34%, pemanfaatan sektor pariwisata dan perpanjangan runway bandara dengan kontribusi 0,22%. Peningkatan produktivitas pertanian 0,21%, pembangunan pembangkit listrik 0,20% dan peningkatan sekolah sebesar 0,18%.

 

Sumber : ekbis.sindonews.com

You might also like

Sulawesi, Penyumbang Terbesar Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Data Badan Pusat Statistik menunjukkan peningkatan nilai produk domestik bruto (PDB) Indonesia. Peningkatan tersebut berada di angka 5,01 persen selama kuartal pertama 2017. Pulau Sulawesi merupakan penyumbang pertumbuhan ekonomi tertinggi.

Presiden Jokowi Resmikan Pelabuhan Perikanan Untia Makassar

Presiden Joko Widodo (Jokowi) didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo meresmikan pengoperasian Pelabuhan Perikanan Untia Makkasar, Sulawesi Selatan, Sabtu (26/11/2016). Presiden Jokowi dan rombongan tiba di pelabuhan yang berada di

110 Peserta PKBL BUMN Kunjungi Industri Kakao

Rangkaian kegiatan Rapat Koordinasi PKBL BUMN se Indonesia 2016 di Kota Kendari menyempatkan melakukan kunjungan ke sejumlah mitra binaan, salah satunya di perusahaan PT. Kalla Kakao Industri di Kecamatan Ranomeeto,

Sulteng Diharap Tingkatkan Kualitas Pertumbuhan Ekonomi

Kepala BI Sulteng, Miyono sedang memaparkan uang rupiah TE 2016 dihadapan 120 orang personil Polri di Sulteng, Senin (16/1) (www.antarasulteng.com/Humas BI)   Palu, – Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi

Penumpang domestik Bandara Hasanuddin meningkat 1,06 persen

“Kedatangan penumpang bulan lalu meningkat sebanyak 372.500 ribu orang dibandingkan Agustus 2016 … Makassar (ANTARA Sulsel) – Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Selatan mencatat jumlah kedatangan (Arrival) penumpang domestik di

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply