Pertemuan Regional Pelaku/Petani Rotan Di Sulawesi Evaluasi Kebijakan PERMENDAG No.35/M-DAG/PER/11/2011 Tentang Ketentuan Ekspor Rotan dan Produk Rotan

Indonesia diklaim sebagai negara penghasil rotan terbesar di dunia, diperkirakan 85% kebutuhan dunia dipasok dari Indonesia dan sisanya 15% dihasilkan oleh negara lain seperti Philipina, Vietnam dan negara-negara Asia lainnya. Daerah penghasil rotan Indonesia tersebar di Pulau Kalimantan, Pulau Sumatera, Pulau Sulawesi dan Pulau Papua.

Untuk melindungi industri furnitur rotan pada tahun 2009, pemerintah mengeluarkan kebijakan baru sebagai pengganti SK Menteri Perdagangan (No. 12/M-Dag/6/2005), pemerintah melalui Kementerian Perdagangan menerbitkan SK (No. 36/M-DAG/PER/8/2009) pada tanggal 11 Agustus 2009 Tentang Tata Niaga Rotan, yang mana inti dari kebijakan ini adalah membatasi ekspor rotan untuk jenis diameter tertentu, kewajiban untuk memasok industri dalam negeri sebelum ekspor serta adanya persyaratan yang harus dipenuhi bagi para eksportir untuk dapat mengekspor rotannya. Namun ketika pemerintah menerbitkan Permendag No. 35/M-DAG/PER/11/2011 tentang Tata Niaga Ekspor Rotan yang mulai berlaku tanggal 1 Januari 2012, terjadi anomali karena sudah berjalan 3 tahun tapi dipandang kurang efektif, justru memunculkan rotan sintetik serta matinya industri rotan di Sulawesi.

Untuk itu Badan Kerjasama Pembangunan Regional Sulawesi (BKPRS) yang dibentuk berdasarkan kesepakatan Gubernur se – Sulawesi pada tahun 2000 dengan misi a.l: menjalin kerjasama dalam memelihara dan meningkatkan keunggulan lokal masing-masing wilayah untuk melahirkan keunggulan regional memfasilitasi melalui Pertemuan Regional Pelaku/Petani Rotan untuk mendiskusikan bagaimana dampak kebijakan larangan ekspor tersebut terhadap di hulu (petani rotan dan industri rotan jadi) di daerah sekaligus mengeluarkan beberapa point untuk bahan rekomendasi.

Pertemuan ini dilaksanakan di Makassar, 8 Januari 2015 dan dihadiri oleh Asosiasi Industri Permebelan dan kerajinan Indonesa (ASMINDO) se Sulawesi, Asosiai Pengusaha Rotan Indonesia (APRI) se Sulawesi dan masyarakat petani rotan.

Proses Kegiatannya diawali dengan pemaparan dari A. Mansyur A.S selaku sekretaris ASMINDO Sulawesi Selatan, dilanjutkan dari pelaku petani rotan, kemudia dari media. Kegiatan dipandu oleh Arfan Sery Jususf, S.AG, M.Si selaku moderator dari BKPRS. Setelah pemaparan dilanjutkan dengan diskusi tanya jawab bersama seluruh peserta. Acara ditutup oleh Arfan Sery Jusuf, S.Ag, M.Si dari BKPRS dengan memberikan beberapa kesimpulan.

You might also like

Majalah Jendela Sulawesi Edisi 2 – Tahun 2021 “Pemulihan Ekonomi di Sulawesi”

Majalah Jendela Sulawesi Edisi 2 – Tahun 2021Download disini – https://online.fliphtml5.com/fxrne/wzgx/

Orientasi Peningkatan Kapasitas Aparatur Implementasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) Daerah Sesuai dengan Perspektif dan Program Nawacita

Kegiatan Orientasi ini dilaksanakan di The 101 Darmawangsa hotel Jakarta pada tanggal 4 – 6 Februari 201+ dengan jumlah peserta yang hadir sebanyak 35 orang terdiri dari Satuan Kerja Perangkat

Pengelolaan Website BKPRS

Dalam rangka memperkuat eksistensi BKPRS, salah satu sarana yang diperlukan adalah media informasi untuk mensosialisasikan kegiatan-kegiatan BKPRS kepada masyarakat luas. Di era globalisasi saat ini, media yang paling efektif adalah

Mendukung Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia Koridor IV Sulawesi.

Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) 2010-2025 yang dicanangkan oleh Presiden RI tanggal 27 Mei 2011 dengan strategi utama peningkatan potensi ekonomi wilayah melalui koridor ekonomi, penguatan konektivitas

BIMBINGAN TEKNIS TINGKAT II Sistem dan Metode Pemutakhiran Tindak Lanjut Laporan Hasil Pemeriksaan Keuangan Serta Menyongsong Pemberlakuan Undang-Undang Aparatur Sipil Negara.

Dalam Undang-undang nomor 15 tahun 2004 pasal 20 tentang pemeriksaan pengelolaan dan tanggung jawab keuangan Negara, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) memantau pelaksanaan tindaklanjut hasil pemeriksaan dan memberitahukan hasil pemantauan tidaklanjut

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply