Ini Proyek-proyek Infrastruktur di Sulawesi yang Sudah Jalan

Ini Proyek-proyek Infrastruktur di Sulawesi yang Sudah Jalan

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menargetkan pertumbuhan ekonomi Sulawesi di tahun 2018 mencapai 7,83%. Sejumlah program pembangunan infrastruktur dicanangkan untuk mendukung berlangsung dengan baiknya kegiatan ekonomi di Sulawesi.

Berdasarkan data Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas),  beberapa di antaranya saat ini sudah ada yang berjalan.

Seperti pembangunan jalan tol Manado-Bitung sepanjang 39,9 km. Jalan bebas hambatan ini ditargetkan bisa rampung konstruksinya pada akhir 2018, dan bisa dioperasikan pada 2019.

Sulawesi bahkan menjadi kawasan strategis yang dilewati oleh Belt and Road Initiative yang merupakan prinsip, kerangka, dan prioritas kerja sama yang mencakup di jalur Sutra yaitu melalui Asia Tengah, Asia Barat, Timur Tengah, dan Eropa.

Selain itu ada pula proyek perkeretaapian Trans Sulawesi yang ditargetkan sepanjang 2.000 km dari Makassar ke Manado. Pembangunan Kereta Api Trans Sulawesi Tahap I dimulai dengan rute Makassar-Parepare yang dilengkapi 23 stasiun dan akan menghubungkan dua pelabuhan utama di Sulawesi Selatan.

Selanjutnya, di Sulawesi Utara, pemerintah membangun pelabuhan Lirung Kabupaten Kepulauan Talaud, bendungan multi fungsi Kuwil Kabupaten Minahasa Utara, pengembangan pangkalan udara Sam Ratulangi, bandara Kabupaten Bolaang Mongondow, dan bandara Miangas serta bandara Pihise di Kabupaten Kepulauan Sitaro.

Salah satu infrastruktur yang ditarget rampung 2018 di Sulawesi adalah pengembangan Daerah Irigasi Randangan di Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo. Sebelumnya pembangunan bendung dan jaringan irigasi Randangan dijadwalkan selesai pada tahun 2020, namun dengan langkah percepatan ditargetkan dapat rampung pada akhir tahun 2018.

Saat ini bendung dan saluran primer sudah rampung dan kini dalam penyelesaian akhir. Daerah Irigasi Randangan Kiri seluas 4.084 hektar ini terdiri dari saluran induk sepanjang 6,7 km dan saluran sekunder sepanjang 22,5 km. Sementara untuk Daerah Irigasi Randangan Kanan dengan luas 4800 hektar terdiri dari saluran induk 7,6 km dan saluran sekunder sepanjang 25,4 km. Dengan dikembangkannya daerah irigasi Randangan, akan membuat wilayah ini menjadi pemasok tanaman pangan terbesar di Provinsi Gorontalo. (dna/ang)

Sumber : Detikfinance.com

You might also like

Gubernur Gorontalo Laporkan Perkembangan Proyek Strategis Nasional

Gubernur Gorontalo Rusli Habibie (kanan) saat ikut rapat dengan Presiden Jokowi serta Mensesneg. (FOTO/Rosa Panggabean) Gubernur Gorontalo Rusli Habibie melaporkan perkembangan proyek-proyek strategis nasional di daerah itu di hadapan Presiden

Infrastruktur Sulut Akan Lebih Diprioritaskan Pusat

SULUT- Kegiatan Pra Konsultasi Regional tahun 2017 wilayah Sulawesi-Maluku-Papua, di Hotel Sintesa Peninsula Manado (30/3/2017) digelar oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Kegiatan dari Kementerian PUPR yang dilaksanakan

BPS : Aktivitas penerbangan Sulbar meningkat

“Jumlah pesawat yang berangkat dan datang melalui Bandara Tanpa Padang Mamuju dan Sumarorong Mamasa… Mamuju  – Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan, akttivitas penerbangan di wilayah Sulawesi Barat, pada Agustus 2016

Presiden telah Resmikan Tiga Bandara di Miangas Sulut

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan tiga bandara di wilayah Sulawesi yakni Bandar Udara Miangas di Pulau Miangas, Gedung Penumpang Bandar Udara Tanjung Api Tojo Una-una di Ampena, dan Gedung Penumpang

Bandara Djalaluddin Gorontalo Siap Layani Penerbangan Luar Negeri

Bandara Djalaluddin Gorontalo dinilai cukup memadai untuk menampung wisatawan asing Untuk memenuhi target kunjungan wisatawan asing ke Gorontalo tahun inil, Pemerintah Provinsi Gorontalo akan membuka jalur penerbangan luar negeri di

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply