BKPRS Mendorong Sulawesi sebagai Penyangga Pangan Nasional Melalui Seminar Regional
May 15, 2018 856 Views

BKPRS Mendorong Sulawesi sebagai Penyangga Pangan Nasional Melalui Seminar Regional

Sumber foto : BKPRS

Badan Kerjasama Pembangunan Regional Sulawesi (BKPRS) gencar mendorong terlaksananya program pembangunan di wilayah Sulawesi melalui ajang diskusi ilmiah.

Bertempat di Hotel The Rinra, Jalan HM Daeng Patompo, Kota Makassar, Senin (14/5/2018), BKPRS kembali menggelar seminar bertema “Memantapkan Sulawesi sebagai Penyangga Pangan Nasional”, menghadirkan Kepala Pusat Ketersediaan dan Kerawanan Pangan Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian, DR Benny Rachman; Kepala Bidang Perencanaan Infrastruktur II Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah, DR Ir Maulidya Indah Junica; serta Guru Besar Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, Profesor Ambo Ala, dan sebagai moderator, yakni pelaksana tugas Sekretaris Jenderal BKPRS, Profesor Aminuddin Ilmar.

Dalam sambutannya, Prof Aminuddin Ilmar, mengatakan tujuan dari seminar tersebut adalah sebagai implementasi program kerja BKPRS periode 2016-2019, yakni mendorong pengembangan sektor pertanian guna mewujudkan Sulawesi sebagai lumbung pangan nasional.

“Ini juga merupakan misi BKPRS yaitu menjalin kerjasama dalam memelihara dan menempatkan keunggulan lokal masing-masing wilayah untuk melahirkan keunggulan regional dan juga berperan sebagai perekat perekonomian kawasan timur Indonesia sebagai perekat ketahanan ekonomi nasional,” ujarnya.

Sementara itu, dalam pemaparannya di acara seminar itu, Benny menyampaikan sejumlah hal yang meliputi grand design Indonesia lumbung pangan dunia 2045, kondisi ketersediaan pangan nasional Sulawesi, serta terobosan dan inovasi pertanian modern.

Dia menyebutkan, perkembangan jumlah penduduk Indonesia pada 2014-2018 sebesar 12,8 juta jiwa dengan tingkat kebutuhan tambahan pangan sebanyak 1,7 juta ton beras.

Benny menjelaskan, surplus padi tahun lalu di enam provinsi di wilayah Sulawesi, di antaranya Sulawesi Selatan dengan tingkat ketersediaan 3,63 juta ton, dan tingkat konsumsi sebesar 995.000 ton, sedangkan Sulawesi Tenggara dengan tingkat ketersediaan 460.000 ton, dan tingkat konsumsi sebesar 298.000 ton.

Adapun Maulidyah Indah Junica, dalam materinya, ia menguraikan struktur ketahanan pangan mandiri dan berkelanjutan, swasembada karbohidrat dan protein, hingga tingkat kesejahteraan petani.

Dimulai dari pengembangan infrastruktur pertanian, pembangunan sumber daya manusia yang cerdas dan unggul, pemenuhan produk pertanian berstandar internasional, modernisasi industri pertanian, dan peningkatan daya saing global produk pangan pertanian.

Lain halnya dengan Prof Ambo Ala. Dia mengatakan, boleh saja menunda pembangunan kecuali pembangunan ketahanan pangan karena pangan adalah kebutuhan manusia, serta ketahanan pangan adalah benteng terakhir ketahanan nasional.

“Kepedulian terhadap pangan meliputi kedaulatan pangan, infrastruktur, pengadaan sarana produksi pertanian. Kedaulatan pangan adalah hak setiap orang terhadap makanan sehat dan sesuai budaya yang dihasilkan melalui metode berkelanjutan yang ramah lingkungan dan ekologis, dan hak mereka untuk menentukan sistem pangan dan pertaniannya sendiri,” jelas Prof Ambo Ala.

 

Sumber : Pilarindonesia

You might also like

Dondokambey terima penghargaan pembina karang taruna terbaik

Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Olly Dondokambey menerima penghargaan sebagai pembina karang taruna terbaik tahun 2016 di Palembang. “Ini adalah buah kerja keras Gubernur Dondokambey membangun Sulut di berbagai sisi termasuk

Sambut Visit Sulawesi 2020, BKPRS Gelar FGD

FAJAR,MAKASSAR – Pemerintah menargetkan kunjungan wisatawan mancanegara (Wisman) di tahun 2019 mencapai 20 juta orang. Saat ini, masih sekitar 10,41 juta orang. Kekayaan alam dan keanekaragaman budaya di Indonesia merupakan

Rapat Koordinasi Pariwisata Sulawesi “Konektivitas Pariwisata Sulawesi”

  MAKASSAR — Sulawesi sebagai fokus utama pembangunan Kawasan Timur dan Timur Laut Indonesia memiliki potret sumber daya alam, kebudayaan dan bentang landscape yang tidak dimiliki oleh daerah lain di

ABM-Enny Dilantik Jadi Gubernur dan Wagub Sulbar

MAMUJU – Ali Baal Masdar (ABM) dan Enny Anggraeny Anwar telah dilantik sebagai gubernur dan wakil gubernur Sulawesi Barat periode 2017-2022 pada Jumat  12 Mei 2017. Pelantikan akan berlangsung di

BKPRS melaksanakan Web Seminar (Webinar)“Pemulihan Pariwisata Sulawesi Masa Pandemi”

Pandemi covid-19 ini tidak semata-mata berdampak pada sektor kesehatan, tetapi juga sosial ekonomi masyarakat dan sektor lainnya.Pariwisata menjadi salah satu sektor ekonomi paling terdampak pandemi corona sejak mulai merebak Maret

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply