May 8, 2018 717 Views

BKPRS Akan menyelenggarakan ” Seminar Regional Sulawesi Memantapkan Sulawesi Sebagai Penyangga Pangan Nasional” di Makassar

MAKASSAR — Badan Kerjasama Pembangunan Regional Sulawesi (BKPRS) Akan menyelenggarakan Seminar Regional Sulawesi Memantapkan Sulawesi Sebagai Penyangga Pangan Nasional”. Kegiatan ini akan dilaksanakan pada hari Senin 14 Mei 2018, bertempat bertempat di The Rinra Hotel Makassar Jl. Metro Tj. Bunga No.2, Makassar.
Pangan merupakan kebutuhan dasar bagi manusia, dan pemenuhannya merupakan bagian dari hak asasi manusia yang dijamin di dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 sebagai komponen dasar untuk mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas. Sebagai negara dengan jumlah penduduk yang besar, dan memiliki sumber daya alam dan sumber pangan yang beragam, Indonesia diharapkan mampu memenuhi kebutuhan pangannya secara berdaulat dan mandiri. Kedaulatan pangan saat ini telah memasuki era baru, setelah Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia Joko Widodo-Jusuf Kalla, memasukkan kedaulatan pangan sebagai salah satu dari Sembilan Cita-cita (Nawacita) yang harus dilaksanakannya. Oleh karena itu pembangunan Indonesia untuk 5 (lima) tahun telah memprioritaskan pada upaya mencapai kedaulatan pangan, kecukupan energi dan pengelolaan sumber daya maritim dan kelautan, sebagaimana disebutkan dalam RPJMN 2015-2019.
Berdasarkan potensi dan keunggulan Wilayah Sulawesi (Buku III Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019), maka tema besar Pembangunan Wilayah Sulawesi adalah :
• Salah satu pintu gerbang Indonesia dalam perdagangan internasional dan pintu gerbang Kawasan Timur Indonesia;
• Pengembangan industri berbasis logistik;
• Lumbung pangan nasional dengan pengembangan industri berbasis kakao, padi, jagung;
• Pengembangan industri berbasis rotan, aspal, nikel, bijih besi dan gas bumi;
• Percepatan pembangunan ekonomi berbasis maritim (kelautan) melalui pengembangan industri perikanan dan pariwisata bahari.
Perekonomian Wilayah Sulawesi ditopang oleh 3 sektor utama, yaitu pertanian antara lain tanaman pangan, perkebunan, perikanan, dan kehutanan; pertambangan dan penggalian; serta perdagangan dan jasajasa.
• Komoditas perkebunan yang paling dominan di Wilayah Sulawesi adalah Kakao. Wilayah Sulawesi merupakan produsen terbesar di Indonesia dengan memasok 67 persen produksi Kakao nasional danprodusen kedua terbesar di dunia dengan memasok sekitar 18 persen produksi Kakao dunia (Tahun 2012). Di sub sektor kehutanan, Sulawesi merupakan produsen terbesar kedua Rotan dengan angka produksi sebesar 2.540 ton di Tahun 2012.
• Wilayah Sulawesi juga memiliki potensi yang menjanjikan dalam komoditas tanaman pangan khususnya padi dan jagung. Pada tahun 2013, Sulawesi tercatat sebagai produsen beras terbesar ketiga di Indonesia yang menyumbang 10 persen produksi padi nasional. Selain itu, Wilayah Sulawesi juga menyumbang 15 persen produksi Jagung nasional dengan produksi dan luas panen paling besar (Tahun 2013).
Pangan merupakan kebutuhan dasar yang permintaannya terus meningkat seiring dengan perkembangan jumlah penduduk dan peningkatan kualitas hidup masyarakat. Konsep ketahanan pangan umumnya terdiri dari dua elemen pokok, yaitu pasokan (kecukupan) dan keterjangkauan (aksesibilitas) pangan, yang di dalamnya mencakup aspek stabilitas produksi, kebijakan harga, distribusi, dan konsumsi. Pemenuhan ketahanan pangan pedesaan tidak lepas dari adanya kelembagaan lumbung pangan desa yang dapat menampung hasil panen sebelum dijual kepasaran dengan harga yang memadai sesuai dengan harapan petani.
Pemerintah telah mencanangkan suatu visi jangka panjang bahwa Indonesia mampu menjadi lumbung pangan dunia pada tahun 2045, dan hal tersebut telah dipersiapkan oleh Kementerian Pertanian belakangan ini. Dan untuk itu perlu disosialisasikan kepada publik secara masif dan luas agar mendapatkan dukungan dan kerjasama serta sinergi dari seluruh pemangku kepentingan.

Kegiatan ini akan menghadirka

You might also like

BKPRS Gelar Pra Musrenbang di d’Maleo Hotel Mamuju

Badan Kerjasama Pembangunan Regional Sulawesi (BKPRS) menggelar pra musrenbang di d’Maleo Hotel Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar). Pra musrembang yang diikuti seluruh kepala Bappeda di wilayah Sulawesi ini dibuka oleh Wakil

Audiensi dengan Wapres RI

Menindaklanjuti hasil Musrenbangreg tanggal 20-21 Februari 2017 di Mamuju yang menghasilkan “Deklarasi Mamuju” tentang Program Prioritas Regional Sulawesi Tahun 2018, yang salah satu pointnya adalah penguatan, kepekaan dan kebersamaan Sulawesi

Gubernur Longki Djanggola Pimpin BKPRS

Gubernur Sulawesi Tengah DRS. H. Longki Djanggola, M.Si terpilih sebagai ketua Badan Kerjasama Pembangunan Regional Sulawesi (BKPRS) dalam Musyawarah Sulawesi VII yang digelar di Swiss Bell Hotel, Kamis (15/12). Gubernur

BKPRS akan mengadakan rapat persiapan Sulawesi Infrastructure and Investment Forum di Hotel Remcy Makassar, tanggal 11 Juli 2019 dengan tema “Percepatan Pemerataan Pembangunan Infrastuktur di Sulawesi”

Pemerataan pembangunan merupakan sebuah langkah yang cukup besar untuk menuju pemerataan ekonomi. Dengan kemampuan ekonomi yang lebih baik, sebuah daerah maupun negara dapat menghidupi dirinya sendiri. Setelah tercapainya infrastruktur yang

Temu wicara “dalam kerangka memperkuat kerjasama daerah, isu-isu strategis terkini dan program prioritas sulawesi selatan tahun 2018”

BKPRS hari ini  menyelenggarakan Temu wicara “Dalam kerangka memperkuat kerjasama daerah, isu-isu strategis terkini dan program prioritas sulawesi selatan tahun 2018” Makassar-Badan Kerjasama Pembangunan Regional Sulawesi (BKPRS) merupakan sebuah lembaga