May 3, 2017 495 Views

BI Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Gorontalo Bakal Cepat

Bank Indonesia (BI) memperkirakan laju pertumbuhan ekonomi Gorontalo bakal mengalami percepatan pada kuartal II/2017, didorong oleh penguatan sektor konsumsi seiring peningkatan pendapatan masyarakat.

Kepala Perwakilan BI Gorontalo, Suryono mengatakan pendapatan masyarakat meningkat berkat panen raya yang berlangsung pada akhir kuartal I/2017 dan awal kuartal II/2017. Sejalan dengan hal tersebut, permintaan penarikan yang tunai ke perbankan juga naik.

“[Penarikan uang] Itu menjadi indikasi, masyrakat berencana menggunakan uangnya untuk kegiatan ekonomi, baik yang bersifat produktif maupun konsumtif,” jelasnya kepada Bisnis, Senin (10/4/2017).

Suryono mengungkapkan momen bulan suci Ramadhan dan hari raya Idul Fitri 1438 Hijriyah yang jatuh pada kuartal II/2017 juga bakal mendorong konsumsi masyrakat Gorontalo. Pasalnya, momen bulan suci dan hari raya merupakan tradisi keagamaan yang sangat penting bagi masyarakat Gorontao di mana 97,5% penduduknya beragama Islam.

Untuk diketahui, konsumsi rumah tangga menyumbang 60,77% terhadap produk domestik regional bruto atau PDRB dan memberi andil terhadap pertumbuhan ekonomi sebesar 4,10%. Secara keseluruhan. pertumbuhan ekonomi Gorontalo pada 2016 mencapai 6,52%. Adapun tahun ini BI memproyeksi pertumbuhan ekonomi provinsi berjuluk Serambi Madinah itu mencapai kisaran 6,8%-7,2%.

Sepanjang tiga bulan pertama tahun ini, BI mengestimasi laju pertumbuhan ekonomi Gorontalo mengalami perlambatan seiring sesuai pola konsumsi di awal tahun yang belum menggeliat. Namun, pada kuartal II/2017, laju pertumbuhan diperkirakan menguat dengan kisaran pertumbuhan 6,4%-6,8%. “Kami berharap momentum akselerasi pertumbuhan di triwulan kedua juga diperkuat dengan investasi pemerintah yang harus sudah didorong sejak awal tahun,” jelas Suryono.

Selain konsumsi, BI juga memperkirakan pertumbuhan ekonomi Gorontalo bakal terdorong oleh pemulihan ekspor. Kinerja ekspor Gorontalo luar negeri Gorontalo tahun lalu hingga 86.27% menjadi tinggal US$4,30 juta. Dalam dua bulan pertama 2017, Gorontalo bahkan tidak mencatat ekspor.

Menurut Suryono, kinerja ekspor Gorontalo sangat tergantung pada jagung. Kinerja ekspor yang anjlok pada 2016 disebabkan ekspor jagung yang nihil. Padahal, pada 2015 85,24% ekspor Gorontalo berasal dari jagung. “Saat ini harga jagung internasional memang masih tidak menarik bagi para pengusaha,” jelasnya

Kepala Dinas Pertanian Provinsi Gorontalo, Muljadi Mario mengatakan petani di Gorontalo lebih suka menjual jagung ke pasar dalam negeri bila harga jual mencapai di atas Rp3.000 per kg. Sementara itu, produksi bakal mengalir ke pasar ekspor bila harga jual berada di bawah level Rp3.000 per kg. Pola ini terbentuk semata karena perbedaan margin penjualan.

Sumber : http://kalimantan.bisnis.com

You might also like

Gubernur Olly Minta Kemenhub Kembangkan Pelabuhan Manado

JAKARTA – Gubernur Sulawesi Utara meminta agar operasi Pelabuhan Manado diserahkan kepada pemerintah pusat dari Pelindo IV, mengingat BUMN kepelabuhanan tersebut belum melakukan pengembangan terhadap fasilitas publik milik masyarakat Manado,

Bandara Djalaluddin Siap Terima Penerbangan Internasional

Gorontalo, – Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishub-Kominfo) Provinsi Gorontalo, Djamal Nganro mengatakan kondisi Bandara Djalaluddin Gorontalo sangat memungkinkan menerima penerbangan internasional karena fasilitas memadai. Untuk mendukung program pemerintah

Penumpang domestik Bandara Hasanuddin meningkat 1,06 persen

“Kedatangan penumpang bulan lalu meningkat sebanyak 372.500 ribu orang dibandingkan Agustus 2016 … Makassar (ANTARA Sulsel) – Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Selatan mencatat jumlah kedatangan (Arrival) penumpang domestik di

Bappenas Harapkan Pertumbuhan Ekonomi Gorontalo Naik 6,80 Persen

Gorontalo, – Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas RI berharap pertumbuhan ekonomi (PE) di Provinsi Gorontalo bisa tumbuh sebesar 6,46 hingga 6,80 persen di tahun 2018 “Capaian target tersebut untuk mendukung

Proyek Strategis Akan Berkontribusi 1,5% bagi Ekonomi Sulut

Bank Indonesia menilai sejumlah proyek strategis nasional yang mengalir ke Sulawesi Utara akan berkontribusi 1,5% terhadap laju pertumbuhan ekonomi. Dengan catatan, pelaksanaan mega proyek multi years tersebut berjalan sesuai jadwal

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply