Bandara Khusus Siap Dibangun Di Morowali Tahun Ini

bandara maleo morowali (1)

Bandara khusus di Kecamatan Bahodopi, Kabupaten Morowali, Provinsi Sulawesi Tengah segera dibangun di 2017 ini. Bandara ini menjadi infrastruktur pendukung kawasan industri Morowali berbasis smelter yang dikelola oleh PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP).

Direktur Eksekutif Pengembangan PT IMIP, Dedy Mulyadi mengatakan, bandara khusus ini dibangun terintegrasi dengan kawasan industri Morowali. Targetnya dua tahun bandara tersebut sudah selesai atau tepatnya di tahun 2019.

“Waktu itu menterinya Pak Jonan, bangun bandara tidak boleh. Jadi kita sekarang mau buat bandara khusus setelah dapat izin dari menteri yang baru ini. Kita sudah ada jalan di sana,” ujar Dedy Mulyadi di Makassar.

Dalam kawasan industri Morowali, saat ini telah tersedia 10 infrastruktur seperti pelabuhan, tiga tower perumahan yang pembangunannya dibantu oleh Kementerian PU-Pera. PT IMIP sendiri membangun delapan tower. Dari apartemen atau perumahan itu butuh 5.000 orang tinggal di sana. Saat ini tenaga kerja lokal sudah ada 12 ribuan orang sementara Tenaga Kerja Asing (TKA) ada 2 ribuan orang.

Fasilitas lain yang adalah pembangunan Politeknik dan Pusat inovasi yang didukung Kementerian Perindustrian serta Rusunawa dibantu Kementerian PU-Pera. Politeknik industri logam Morowali ini mulai menerima mahasiswa di tahun 2017 berupa program Diploma 3 dengan tiga program studi yakni teknologi perawatan mesin, teknologi listrik dan instalasi serta teknologi kimia mineral.

“Untuk tahap pertama akan menerima sebanyak 192 mahasiswa dengan status Beasiswa Ikatan Kerja. Mahasiswa ini disiapkan penginapan. Pembelajarannya terdiri dari 40 persen terori dan 60 persen praktik baik di industri maupun di laboratorium/work shop dan satu tahun harus praktik di industri,” kata Dedy Mulyadi.

Soal kendala yang dihadapi di sana saat ini, tambah Dedy, adalah soal ketersediaan air bersih. Struktur geografi di Morowali berbukit lalu ada laut sehingga sulit air bersih ditambah lagi di sana banyak kelapa sawit yang banyak menyerap air.

“Kita berharap Kementerian PU bisa bantu buatkan embung untuk penampungan air. Fungsi embung itu adalah menampung air untuk cadangan produksi, irigasi, pariwisata dan juga olahraga. Sulawesi Tenggara itu dapat emas PON dari dayung, kenapa kita tidak. Kita bisa datangkan pelatih dayung di sana,” kata Dedy Mulyadi. (lia/sumber: merdeka.com).

 

Sumber : Beritatrans.com

You might also like

Infrastruktur Tumbuh, Sulut Maju

MANADO—Salah satu masalah di Sulut adalah kemiskinan dan pengangguran. Hal ini dipahami Gubernur Sulut Olly Dondokambey (OD) dan wakilnya Steven Kandouw. Ini terlihat dengan penanggulangan kemiskinan dan pengangguran berada di

Pembangunan Infrastruktur Sulawesi Jadi Salah Satu Asean Highways

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan Kementerian Perhubungan telah menandatangani nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) untuk mendukung pembangunan ASEAN Highways atau jaringan jalan beberapa negara yang

Pertumbuhan Infrastruktur Sulteng Picu Daya Saing

MedanBisnis – Palu. Wakil Ketua Komisi V (bidang infrastruktur dan perhubungan) DPR RI Muhidin M Said mengatakan pertumbuhan infrastruktur di Sulawesi Tengah bisa memicu daya saing provinsi ini di tingkat

“Smart Pete-pete” Makassar diluncurkan

Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto meluncurkan Smart Pete-pete (angkutan kota pintar) yang disebut sebagai moda transportasi massal termodern di Indonesia. “Ini adalah smart pete-pete yang pertama ada di Makassar

Kendari Buka Ruas Jalan Baru 14,4 KM

Pemerintah Kota Kendari telah membangun atau membuka ruas jalan baru selama tahun 2016 sepanjang 14,4 kilometer. Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kendari, Faisal Alhasby, di Kendari, Jumat, mengatakan jalan baru yang

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply